Apa Itu Ilmu Tasawuf?



ilmusyariah.com | 03 Oktober 2018



Berawal dari kisah kisah 1001 malam yang sering saya dengar dan baca sejak kecil, sampai pada suatu hari, ketika saya sedang mencari/browsing di internet untuk mendapatkan kisah menarik lain dari arabian nights, saya menemukan kisah yang tidak kalah menarik dari kisah kisah yang ada di arabian nights, yaitu kisah perjalan ahli ahli sufi yang mengandung berjuta hikmah di dalamnya.



Banyaknya hikmah hikmah dan pelajaran pelajaran yang bisa saya dapatkan dari kisah kisah sufi tersebut, ketertarikan berubah kepada keingintahuan saya terhadap apa itu ilmu tasawuf sebenarnya????


Ilmu tasawuf merupakan salah satu cabang dari ilmu-ilmu islam selain daripada ilmu akidah dan juga ilmu syariat (fiqh). Ia merupakan suatu ilmu yang perlu dipelajari oleh setiap muslim demi kesempurnaan sesuatu ibadah yang dilakukan.

Oleh itu, ilmu tasawwuf ini harus difahami berlandaskan tuntutan Al-Quran dan Sunnah, agar kita tidak tergelincir menjadi kaum yang memahami secara berlebihan berkaitan ilmu tasawwuf ini. Seperti ada orang yang mendalaminya supaya mendapat kelebihan kelebihan tertentu seperti kebal, dapat terbang di udara, berjalan di atas air dan sebagainya. Kita tidak menolak karamah yang diberikan Allah, tetapi janganlah karamah itu yg menjadi tujuan utama.

Berbagai ahli melihat Tasawuf sebagai cabang filsafat, ada yang juga yang melihat dari segi ilmu makrifat. Istilah "tasawuf"(sufism), yang sangat populer digunakan selama berabad-abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, Ada beberapa sumber tentang pengertian Tasawuf menurut etimologi(ilmu bahasa), diantaranya berkata bahwa tasawuf berasal dari kata "Sufi". Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (صوف ), bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (صفى ), yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan.

Dalam ilmu terminologi ( defenisi secara istilah, tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa arab: صفى , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun zhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagiaan yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi kesenangan duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam.

Syech Abdul Qadir Jailani mendefinisikan, “Tasawuf tidak bisa diperoleh dengan perkataan dan pendapat manusia. Tapi tasawuf hanya bisa diperoleh lewat lapar dan memutuskan kebiasaan dan kenikmatan.” Sedangkan Abu Hamid Al Ghazali berkata, “Tasawuf adalah mengosongkan hati hanya untuk Allah swt, dan meremehkan segala sesuatu selain-Nya. Yakni menyerah sepenuh hati kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu selain-Nya tidak dapat membahayakan dan memberikan manfaat. Maka tidak bergantung kecuali kepada Allah. Yang dimaksud dengan “meremehkan selain Allah” adalah meyakini bahwa sesuatu itu tidak bisa membahayakan dan memberi manfaat, bukan menghina dan merendahkannya.” Menurut Ibn Athaillah Assakandari (seorang penulis buku hikmah terkenal) adalah manja kepada Allah. Sedangkan Abul Hasan Asy-Syadzili berpendapat bahwa Tasawuf adalah latihan menghamba dan upaya menundukkan jiwa kepada hukum-hukum ilahi. Muhyiddin Ibn Al-‘Arabi berkata, “Tasawuf adalah mengikat lahir dan batin dengan adab-adab syariat.” Adapun Zakariya Al Anshari mendefinisikannya sebagai sebuah ilmu yang menjelaskan kiat membersihkan jiwa, mensucikan akhlak dan membentuk lahir dan batin untuk memperoleh kebahagiaan abadi. 

Kepentingan dan Tujuan Ilmu Tasawuf

Sebagai umat islam, Ilmu tasawuf sangatlah penting dalam menjalani kehidupan kita sehari hari. Ibadah umat islam akan terlihat sia sia jika tidak diiringi dengan cahayaNya. Cayaha Allah tidaklah akan bisa di tangkap dan didapat oleh hati yang kotor yang dipenuhi oleh kedengkian, kesombongan, dendam dan hal hal yang lainnya.

Rasullah S.A.W. bersabda:

 العلم نور و نور الله ل يهدى للعاصى 

"Ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang melakukan maksiat"

Oleh karena itu umat islam sangat di anjurkan mempelajari dan mendalami ilmu tasawuf ini karena dengan begitu seseorang bisa mengamalkan seluruh perintah agama dengan penuh kesempurnaan dan hidup menjadi lebih baik dengan keseimbangan dan keselarasan yang memang merupakan identitas kita sebagai seorang muslim.

Firman Allah Ta'ala:

وكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), satu umat pertengahan"

Umat pertengahan adalah umat yang bersikap adil dan sederhana dalan urusan kehidupan, tidak lebih dan tidak kurang. Mereka dapat mengimbangi adantara kehidupan dunia dan kehidupan akhiratnya. Mereka mengambil keduanya, akan tetapi mereka lebih mengutamakan kehidupan akhirat karena kehidupan akhirat itu "Khairun wa Abqa". Mereka juga tidak mengabaikan dunianya, malah mereka menjadikan dunia sebagai "Mazra'atul Akhirah" yaitu ladang untuk mempersiapkan diri menuju akhirat.

WaallahuA'lam
Previous
Next Post »