Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TA’RIF (DEFINISI) AL-QURAN (UQ-001)


📌 Dalam tinjauan bahasa, kata Al-Quran (القرآن) adalah sinonim dari Al-Qira-ah (القراءة) artinya bacaan seperti yang digunakan oleh salah satu ayat Al-Quran:

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (QS. Al-Qiyamah: 18)

📌 Sedangkan definisi Al-Quran adalah:

كَلَامُ اللهِ الْمُعْجِزُ الْمُنَزَّل ُ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم الْمَكْتُوبُ فِي الْمَصَاحِفِ الْمَنْقُولُ بِالتَّوَاتُرِ الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ

Firman Allah yang bernilai mu’jizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ditulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan tilawahnya bernilai ibadah. (Markaz Budur Li Ats-Tsaqafah wa At-Tarjamah, Ar-Rabbaniyyun).

📌 Keterangan

📘 Mu’jizat

✏️ Mu’jizat adalah sesuatu yang Allah tampakkan melalui seorang nabi atau rasul, di luar kemampuan makhluk untuk melakukannya atau menirunya baik sendirian atau bekerja sama, sebagai tanda bukti kenabian atau kerasulannya sekaligus menjadi tantangan bagi yang mendustakannya atau tidak mempercayainya. 
(Al-Bayan fi Arkan Al-Iman – Majdi Makki).

✏️ Sejak diturunkan, Al-Quran sudah menantang semua makhluk yang kafir kepadanya baik jin dan manusia untuk membuat yang semisal Al-Quran, seluruhnya atau sebagiannya. Dan hingga hari ini dan pasti sampai hari kiamat, tidak ada yang mampu menjawab tantangan Al-Quran.

💡 Tantangan mendatangkan seperti Al-Quran seluruhnya (30 juz) kepada manusia dan jin:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah (wahai Rasul): "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al-Isra: 88).

💡 Tantangan membuat 10 surat saja seperti Al-Quran:

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al-Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar." Jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? (QS. Hud: 13-14).

💡 Tantangan untuk membuat satu surat saja:

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (23) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar. Maka jika kalian tidak dapat melakukannya, dan pasti kalian tidak akan dapat melakukannya, maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 23-24).

📘  Mutawatir

Sebuah kabar atau informasi disebut mutawatir jika memenuhi empat syarat:

1. Diriwayatkan oleh para perawi dalam jumlah yang banyak.
2. Jumlah yang banyak ini ada di setiap level perawi.
3. Kemustahilan terjadinya kesepakatan mereka untuk berdusta.
4. Ungkapan periwayatan mereka menggunakan kesaksian panca indra, misalnya saya melihat atau menyaksikan, atau mendengar, .. 
(Markaz Budur Li Ats-Tsaqafah wa At-Tarjamah, Ar-Rabbaniyyun).

Seluruh ayat Al-Quran dari بسم الله الرحمن الرحيم  sampai dengan من الجنة والناس adalah mutawatir, sehingga kepastian validitas riwayatnya bersifat mutlak, sesuatu yang tidak dimiliki oleh kitab agama lain.

Penjelasan lebih lengkap tentang istilah mutawatir ini akan ditemui إن شاء الله pada pembahasan khabar Mutawatir di bidang studi Mushthalah Hadits.

📘  Membacanya bernilai ibadah

✏️ Maksudnya membacanya dinilai sebagai ibadah khusus karena setiap huruf bernilai sepuluh kebaikan.

✏️  Juga bermakna perintah untuk membacanya dalam ibadah shalat yaitu surat Al-Fatihah dan ayat atau surat lain sesudah membaca Al-Fatihah.

Posting Komentar untuk "TA’RIF (DEFINISI) AL-QURAN (UQ-001)"